10 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

10 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia - Virus adalah salah satu penyebab yang bisa membuat manusia terserang penakit. Biasanya virus menyerang disaat kekebalan tubuh kita sedang rendah. Untuk itulah kita harus selalu menjaga kesehatan dengan memperhatikan apa yang kita makan, rajin berolahraga, dan tidak lupa untuk istirahat cukup. Sepanjang sejarah manusia, terdapat 10 virus yang dikenal sangat mematikan. Bila sampai terserang virus tersebut, bisa mengakibatkan seseorang menderita rasa sakit dan bahkan kematian. Untuk itulah mari kita mengenal lebih jauh 10 virus paling mematikan sepanjang sejarah manusia berikut ini.

10. Measles

measles virus

Virus mematikan berikut ini bernama Measles atau disebut juga dengan Rubeola. Lebih dari 150 tahun, virus ini bertanggung jawab atas banyaknya orang yang meninggal. Sekitar 200 juta jiwa orang yang terserang Measles berakhir dengan kematian. Gejala yang dialami oleh orang yang terserang Measles, mirip dengan gejala penyakit flu. Dengan komplikasi mengerikan seperti pneumonia, measles myocarditis, dan ecephalitis.

Di tahun 1850an, Measles berhasil membunuh sekitar 5 penduduk Hawaii. Di tahun 1875, Measles membunuh sebanyak 40.000 orang Fijian. Di tahun 1954, seorang anak laki-laki dari Amerika terpaksa harus diisolasi karena terserang virus Measles.

9. Dengue
dengue virus

Sudah banyak orang yang tahu bahwa virus Dengue menyebar melalui perantara hewan nyamuk. Virus yang terdapat dalam tubuh nyamuk tersebut dapat menyebabkan demam tinggi yang bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Para peneliti juga menemukan beberapa variasi dari virus Dengue. Usaha untuk menciptakan vaksin viruspun mengalami kendala. Para peneliti ingin membuat vaksin yang ampuh untuk mengatasi segala jenis penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue.

Ditemukan pula oleh para peneliti bahwa virus Dengue memiliki kemiripan dengan virus lain yang juga disebarkan melalui nyamuk. Virus tersebut disebut virus Zika atau chikungunya. Kombinasi virus Dengue dengan Zika bisa mengakibatkan komplikasi yang sangat fatal terutama bila menyerang ibu hamil. Gejala virus Dengue sangat bervaruasu, biasa dimulai dengan muntah-muntah, demam tinggi sampai sakit kepala. Dengune bisa mengakibatkan demam tinggi dan membuat pasien mengeluarkan darah dari hidung dan tekanan darah turun drastis.

8. Rabies
Rabies virus

Rabies merupakan virus mematikan yang menular dari air liur hewan. Sebanyak 93 anak di Angola meninggal diakibatkan oleh virus Rabies di tahun 2009. Setiap tahunnya, hampir 55.000 orang meninggal tiap tahunnya oleh Rabies. Rabies dapat ditularkan melalui sejumlah hewan seperti kucing, kelelawar, anjing, kera, dan luwak.

Di Indonesia, sudah sebanyak 78 orang di Bali meninggal karena Rabies. Rabies bisa sangat mematikan apabila tidak segera diberi vaksin. Rabies menyerang sistem saraf dan otak manusia, mengakibatkan masalah hydrophobia dan ketidakmampuan tubuh untuk bergerak. Jika orang sudah mengalami gejala tersebut, resiko kematian yang bisa mencapai angka nyaris 100%.

7. Rotavirus
Rotavirus virus

Untuk menanggulangi dampak dari virus Rotavirus, kini telah dibuat 2 vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit yang ditimbulkan oleh Rotavirus. Rotavirus seringnya menimpa bayi dan juga anak kecil. Dapat menyabar dengan sangat cepat melalui kotoran dan dapat mengakibatkan diare yang parah.

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh WHO, sebanyak 453.000 anak-anak berumur kurang dari 5 tahun, meninggal karenanya di tahun 2008. Tapi, negara yang sudah mendapatkan vaksin Rota virus mengalami penurunan angka kematian yang sangat drastis.

6. Influenza
Influenza virus

Virus Influenza telah dikenal sebagai virus pembunuh sejak dulu. Seorang dokter jaman Yunani kuno bernama Hipporates menjadi orang pertama yang menemukan gejala Influenza. Pandemik Influenza telah terjadi sebanyak 3 kali dalam seabad, mengakibatkan jutaan orang meninggal dunia.

Pandemik terparah terjadi di tahun 1918 dimana sebanyak 20 sampai 100 juta orang meninggal dunia. Dikenal dengan nama Spanish Flu. Sekali virus Influenza masuk ke dalam tubuh, virus tersebut akan menempel pada sel tubuh dan mematikannya. Sel mati yang ada di udara dapat mengakibatkan hidung berlendir dan tenggorokan serak. Terlalu banyak sel mati yang masuk ke dalam paru-paru bisa mengakibatkan kematian. Vaksin telah dibuat untuk melawan virus Influenza. Tapi virus ini terus menerus berevolusi dan memunculkan varian virus baru.

5. Smallpox
Smallpox virus

Sepanjang sejarah manusia, Smallpox sempat dikatakan mustahil untuk diberantas secara lebih dari ribuan tahun. Namun kita tidak perlu takut lagi, secara resmi diberitakan bahwa Smallpox telah sukses diberantas pada Oktober 2010. Smallpox bertanggung jawab atas lebih sekitar 300-500 juta jiwa meninggal dunia di abad ke-20.

Smallpox terletak di dalam pembuluh darah kecil di balik kulit, mulut, dan tenggorokan. Di kulit, Smallpox akan mengakibatkan munculnya bercak merah yang kemudian akan membengkak dengan berisikan cairan. Smallpox muncul dan menyerang manusia sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi. Biasanya menyerang anak-anak dan dapat mengakibatkan kematian.

4. Hantavirus
Hantavirus

Hantavirus atau yang sering disingkat dengan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1993. Seorang pria serta tunangannya meninggal dalam beberapa hari setelah mengalami masalah pernapasan. Setelah itu, pihak kesehatan mengisolasi Hantavirus dari seekor tikus rumah. Di Amerika, HPS telah menyerang sebanyak 600 orang dan 36% diantaranya telah meninggal.

Hantavirus menyerang manusia akibat melakukan kontak dengan hewan pengerat seperti tikus. Di thaun 1950, Hantavirus sempat membuat heboh dunia tepat pada saat berlangsungnya Korean War. Sebanyak 3.000 pasukan tentara terinfeksi dan 12% diantaranya meninggal dunia. Hantavirus bisa mengakibatkan gagal ginjal dan menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan.

3. Marburg
Marburg virus

Seorang ilmuwan menemukan virus Marburgh pertama kali pada tahun 1967. Kejadian bermula dengan banyaknya pekerja lab yang terinfeksi oleh kera-kera yang diimport dari Uganda. Dikatakan bahwa Marburg memiliki kesamaan dengan virus Ebola. Keduanya bisa mengakibatkan demam berdarah. Jika tidak mendapat penanganan, orang yang terinfeksi Marburgh bisa mengalami kejang, kegagalan organ, dan akhirnya meninggal.

Ketika virus ini pertama kali muncul, angka orang kematian hanyalah sekitar 25%. Di tahun 1998-2000 ketika virus tersebut menyerang Republik Kongo, angka kematian meninggkat menjadi 80%. Di Angola, angka kematian yang disebabkan oleh virus Marburgh juga meningkat tajam. Data tersebut diungkapkan oleh badan organisasi kesehatan dunia yaitu WHO.

2. Ebola
EBOLA virus

Virus mematikan kedua yakni Ebola pertama kali menyerang orang-orang yang tinggal di Republik Kongo dan Sudan pada tahun 1976. Virus Ebola menyebar dengan cepat melalui kontak darah atau darah dari orang bahkan hewan yang terinfeksi Ebola. Penyakit yang disebabkan oleh Ebola pertama kali disebut dengan Demam Berdarah Ebola. Merupakan penyakit yang sangat fatal bagi umat manusia.

Gejala orang yang terserang Ebola hampir sama dengan Influenza. Tenggorokan serakm demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala. Level selanjutnya, Ebola dapat mengakibatkan muntah, diare, darah pada tinja, bercak merah pada tubuh, dan gangguan hati dan ginjal. Seperti kebanyakan virus mematikan, jika orang tidak segera ditolong, kematian adalah hal yang pasti akan terjadi.

1. HIV
HIV virus

Di era maju seperti sekarang, semua pasti setuju bahwa HIV adalah virus yang paling mematikan. Dengan estimasi 36 juta orang meninggal karena virus HIV. Angka tersebut sudah dihitung semenjak ditemukannya virus tersebut di awal tahun 1980an. Inilah virus yang menjadi pembunuh umat manusia paling banyak.

Meski sudah banyak obat yang dibuat untuk menyembuhkan HIV, tapi obat itu hanya mampu memperpanjang hidup seseorang, bukan menyembuhkannya. HIV bekerja dengan cara meyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Setelah kekebalan tubuh menurun, HIV membunuh korban dengan menginfeksi saluran pernapasan seperti TBC dan pneumonia.

[source][LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar