Hati-hati Memakai "Octane Booster"

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :



Sekarang ini, banyak ditawarkan "octane booster" dari beragam merek guna menaikkan nilai oktan bahan bakar. Bagi pemilik mobil dihimbau lebih hati-hati dalam penggunaannya. Pasalnya, sampai saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya belum menetapkan standar aditif yang layak digunakan.

"Memang regulasi itu sifatnya masih wacana, kami baru mulai membahasnya tahun ini," komentar Muhidin, perwakilan Direktorat Jenderal Migas dalam Seminar Forum Kajian Industri Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, hari ini (3/7/2013).

Sampai kini, Kementerian ESDM masih terus mencari rumusan yang tepat untuk kemudian menjadi peratuan resmi menyangkut zat additive bensin yang beredar di pasar. "Sampai sekarang kami masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ada masukan, akan kami kaji lebih lanjut," lanjut Muhidin.

Aditif yang digunakan dalam bensin maupun minyak solar, terangnya, harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya kompatibel dengan minyak mesin (tidak menyebabkan kekotoran mesin). "Selain itu, aditif yang terbuat dari bahan yang dapat membentuk abu (ash forming material) seperti aditif yang berbahan dasar logam (organometallic) tidak diperbolehkan," katanya.

Lies Istiyani, Staf BBM Lemigas mengatakan dari penelitian yang dilakukan, octane booster yang beredar mengandung beberapa unsur logam, antara lain, besi, timbal dan mangan. Beberapa kandungan ini jika dikonsumsi mobil justru bisa merusak piston dan kepala silinder dalam pemakaian jagka panjang.

"Memilih octane booster yang baik memastikan zat itu tidak mengubah komposisi dari bahan bakar itu sendiri atau justru menimbulkan senyawa lain yang merugikan," jelas Lies.

Sejauh ini, lanjut Muhidin, pengaturan penggunaan aditif untuk BBM yang berlaku saat ini adalah Peraturan Dirjen Migas Nomor 16.K/34/DDJM/1992 tentang Pengawasan Aditif untuk Bahan Bakar Minyak dan atau Pelumas yang Beredar di Dalam Negeri. Namun, terdapat beberapa kendala pada implementasinya seiring dengan kian pesatnya kemajuan teknologi mesin kendaraan dan spesifikasi BBM sehingga perlu dilakukan penyempurnaan.

[sumber][LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar