Mengapa Polisi Pilih Datangi KPK Malam Itu?

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :


JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mempertanyakan langkah polisi mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (5//10/2012) malam. Jika memang benar hendak menangkap Kompol Novel, ia berpendapat metode dan momentum yang dipilih Polri tidak tepat.

Yang menjadi pertanyaan mengapa anggota Polri memilih metode itu dengan datang ke KPK pada malam itu, momennya yang tidak tepat.
-- Adrianus Meliala.

"Ini persoalan etika, yang menjadi pertanyaan mengapa anggota Polri memilih metode itu dengan datang ke KPK pada malam itu, momennya yang tidak tepat. Masih bisa di pilih, masih bisa di perdebatkan oleh mereka (Polri) yang menurut saya profesional di bidang hukum ini," kata Adrianus, kepada kompas.com, saat dihubungi Minggu (7/10/2012).

Kedatangan anggota kepolisian Polda Bengkulu didampingi tiga pejabat Polda Metro Jaya ke gedung KPK persis terjadi usai pemeriksaan Irjen Pol Djoko Susilo yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Korlantas.

"Cuma ini dia, apa ada kemungkinan Polda Bengkulu tidak tahu situasi konteks politik, betapa sensitifnya hubungan Polri dan KPK, dengan main datang saja," ujarnya.

Namun, Ia mengatakan pengungkapan kembali kasus di Bengkulu, apabila melibatkan Novel adalah hal wajar. Asalkan hal itu tidak berkaitan dengan peran Novel saat ini sebagai penyidik KPK dalam kasus dugaan korupsi di Korlantas.

"Kalau soal suatu kasus dibuka kembali itu tidak aneh, kasus yang sudah bertahun-tahun, kemudian ada bukti baru atau dan seterusnya kemudian dibuka kembali. Ini bukan berarti tidak boleh diangkat pidananya," jelasnya.

Seperti diberitakan, ketegangan KPK dan Polri meruncing menyusul upaya Polri menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan. Novel yang berperan dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi Korlantas Polri dituding bertangungjawab atas dugaan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap enam pencuri sarang walet di wilayah Polda Bengkulu pada tahun 2004. Saat itu Novel berpangkat Iptu dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polda Bengkulu.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar