Enam pembajak bus diringkus

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Enam pembajak bus diringkus

Enam pembajak bus berhasil diringkus aparat Resmob Polrestabes Semarang, usai melakukan aksinya di atas bus Patas Dua Saudara jurusan Semarang-Wonosobo. Aksi itu dilakukan di depan Terminal Terboyo, Kota Semarang, Jateng Rabu (17/10) sore tadi.

Keenam tersangka yang berhasil dibekuk adalah Heri Wiratmoko (28), Budi Haryanto (30), Ari Susanto (31), dan Lilik Pudjiyanto (29). Dua pelaku lainnya yaitu Dermaga,dan Yunarno alias Jujun.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan 6 unit HP, 4 buah dompet, spidol merah, serta uang tunai sebesar Rp 190 ribu.

Modus yang digunakan keenam pelaku dengan cara berpura-pura menjadi kondektur bus. Perampok bersenjata tajam itu kemudian menjalankan aksinya dengan cara meminta uang dan mengambil HP milik para penumpang bus. Sebelum tertangkap, mereka beraksi di diatas bus Patas Dua Saudara jurusan Semarang-Wonosobo di depan Terminal Terboyo, Rabu (17/10) sekitar pukul 11.00 WIB di depan pabrik Jamu Ny. Meneer.

Budi Prasetio (19), warga Dieng Kulon, RT 02/ RW 03, Sruni, Wonosobo, salah satu penumpang yang menjadi korban pembajakan menyatakan pelaku secara tiba-tiba langsung meminta uang kepada para penumpang setelah bus meninggalkan terminal Terboyo.

"Salah satu langsung menodongkan pisau lipat ke perut kiri saya dan meminta HP serta dompet. Saat sampai didepan pabrik jamu Nyonya Meneer kawanan perampok turun saat bus hendak berbelok ke arah tol Gayamsari-Srondol. HP saya dan dompet berisi Rp 550 ribu, dibawa," tuturnya.

Korban lain Haryanto, warga Limbangan, Tirit Wadaslintang, Wonosobo mengatakan, hampir seluruh penumpang bus menjadi korban. "Banyak yang kena, saya kena Rp 100 ribu, dan HP, yang saya kenal Darmono, kena Rp 120 ribu, Turmono kena. Rp 150 ribu, Sugimin kena Rp 145 ribu, Sumanto kena 110 ribu. Kami satu rombongan dari Kalimantan mau pulang ke Wonosobo," ungkapnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang mengatakan, kawanan perampok tersebut biasa mengincar para penumpang kapal terutama yang dari Kalimantan karena mereka anggap pasti bawa uang besar.

"Meraka mengaku sebagai kondektur, tapi nyatanya banyak korban diminta dompet dan HPnya," jelasnya.

Elan menambahkan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, tentang keterkaitan kondektur dan sopir bus. "Mereka itu semacam sindikat, jadi ada informannya, yang memberitahu mana penumpang dari Kalimantan dan mana yang tidak," pungkasnya.

Keenam pelaku kini mendekam di Sel tahanan Mapolrestabes Semarang dengan diancam pasal pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar