Thoriq Serahkan Diri ke Polisi

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Buronan yang diduga memiliki sejumlah bahan peledak di Jalan Teratai 7, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Muhammad Thoriq akhirnya menyerahkan diri kepihak kepolisian, Minggu (9/9/2012).
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan melalui pesan singkat.  "Iya, sore tadi Thoriq menyerahkan diri sekitar pukul 17.30 WIB, ke Pos Polisi Jembatan Lima," kata Rikwanto.
Rikwanto menambahkan bahwa M Thoriq saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. "Sekarang Thoriq sedang di periksa di krim um PMJ," imbuh Rikwanto.
Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Pol) Untung Suharsono Radjab menyebut bahwa korban luka berat di Depok, Jawa Barat, memiliki kemiripan fisik dengan Muhammad Thoriq, buron peracik bom rakitan di Tambora, Jakarta Barat. 

"Memang ada mirip-mirip, tapi betul enggaknya, nanti kita ambil DNA orangtuanya dan tanya istrinya untuk mengenalinya. Kalau katakan sekarang itu dia (Thoriq) masih terlalu dini," kata Untung seusai mengunjungi lokasi ledakan di Depok. 

Secara fisik, Untung mengakui bahwa wajah korban masih bisa dikenali. Namun, untuk lebih memastikan, kepolisian juga mengambil sampel sidik jari korban untuk disamakan dengan sidik jari yang ada di dokumen-dokumen milik keluarga Thoriq. 

Namun, adanya penyerahan diri ini bisa dipastikan bahwa korban luka berat dalam kasus ledakan di Beji bukanlah Thoriq. Adapun Thoriq merupakan salah seorang buron dalam kasus meletusnya sebuah bom rakitan setengah di Jalan Teratai VII, RT 02/RW 04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (5/9/2012) pukul 14.30 WIB. 

Awalnya, warga menyangka ada kebakaran. Warga sekitar lalu mendatangi rumah tersebut dan mendapati benda yang diduga milik Muhammad Thoriq (32). Saat warga mendekat, Thoriq justru kabur dalam kondisi masih mengenakan sarung ke arah Jembatan Lima. 

Tim Gegana langsung mengamankan benda berbahaya itu untuk diteliti lebih lanjut. Di lokasi, aparat kepolisian juga menemukan lembaran pembuatan racun, detonator, bahan-bahan kimia yang diduga black powder, belerang, sejumlah paku, dan lima pipa paralon yang berisi paku di kamar Thoriq. 

Belum diketahui pasti tujuan Thoriq memiliki bahan-bahan peledak ini. Ia merupakan salah seorang warga yang masuk dalam pantauan kepolisian. 

Menurut Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Suntana, Thoriq diduga terlibat dalam kelompok radikal yang dipantau kepolisian.


[sumber]  [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar