Kita Tidak Melihat Warna yang Sama

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :



Para peneliti semakin meyakini masalah buta warna pada beberapa orang karena persepsi terhadap warna setiap individu tidak sama.

Meskipun ada konsesus umum bahwa merah adalah warna yang sama seperti buah stroberi, darah, dan planet Mars, atau biru adalah warna langit siang dan langit, nyatanya ada orang yang menyebut berbeda.

Satu contoh nyata, seorang teman yang belum lama tinggal di Jakarta selalu menyebut warna angkutan kota (mikrolet) adalah hijau. Padahal mayoritas dari kita pun tahu warna mikrolet adalah biru muda. Karuan, saat keluarga teman ini ingin berkunjung ke rumah barunya di Jakarta sempat menyasar ke wilayah yang jauh karena kesalahan informasi dari sang teman. Pasalnya, keluarganya naik angkutan kota berwarna hijau yang menuju Bogor.

Nah, kembali kepada penelitian yang dikerjakan University of Washington baru-baru ini, tim yang dipimpin ilmuwan Jay Neitz melakukan uji coba dengan menyuntikkan virus ke dalam mata monyet yang memungkinkan mereka untuk melihat merah serta hijau dan kuning.

Hasilnya, monyet uji coba tersebut mampu memahami informasi baru meskipun otak mereka tidak tidak secara genetik diprogram untuk merespon sinyal merah. Memang tidak secara langsung, 'virus' dari gen manusia yang mencatat informasi warna itu berhasil mengubah persepsi pandang monyet setelah empat bulan.

Penelitian sejak tahun 2009 ini mendorong para peneliti juga menyimpulkan bahwa persepsi soal warna sebagai reaksi terhadap panjang gelombang sebuah benda tidak lagi berlaku. Betul, warna berkait erat dengan teori panjang gelombang, namun setiap individu memiliki 'cara pandang' berbeda terhadap warna yang dihasilkan.

Penelitian lain menunjukkan persepsi yang berbeda dari warna tidak mengubah tanggapan emosional kita ke nuansa yang sama.

Mereka menemukan bahwa reaksi orang terhadap warna 'biru' cenderung memiliki efek menenangkan karena panjang gelombang lebih pendek cahaya memukul retina.

Sedangkan panjang gelombang lebih panjang (kuning, oranye dan merah) dapat membuat kita lebih waspada.

Setidaknya, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 'Nature' tersebut menjadi harapan bagi penyembuhan buta warna dan degenerasi makula - penyebab paling umum pada kebutaan di usia tua.


Sumber: dailymail.co.uk



Jawaban test buta warna (lihat test)

Jawaban 1 : Lingkaran, bintang, bujur sangkar

Jawaban 2 : Bujur sangkar. Biasanya orang dengan buta warna hanya bisa melihat gambar persegi, bahkan tidak ada gambar apa-apa.

Jawaban 3 : Perahu layar. Orang dengan buta warna tidak akan melihat gambar apa-apa.
[LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar