Dituduh Korupsi, Ini Jawaban Tim Jokowi

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

 
Jakarta - "Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia" melaporkan Walikota Solo, Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 30 Agustus 2012.

Jokowi dituduh melakukan tindak pidana korupsi pada anggaran Belanja Hibah kepada Satuan Pendidikan/Sekolah Negeri dan Swasta (BPMKS) tahun 2010.

Menanggapi laporan itu, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ahok, Boy Sadikin, membantah Jokowi melakukan tindak pidana korupsi. Karenanya, ia meminta sejumlah pihak untuk tidak melakukan fitnah.

"Kami hormati siapapun yang ingin melaporkan ke KPK. Tapi kami mengimbau agar jangan melakukan fitnah-fitnah yang kejam, seperti yang sudah banyak dialamatkan kepada Pak Jokowi," kata Boy, seperti dikutip IANN News dari laman VIVAnews, Jumat 31 Agustus 2012.

Menurut Boy, tuduhan korupsi yang ditujukan kepada Jokowi tidak berdasar dan sangat tidak masuk akal. Apalagi, Jokowi pernah menerima penghargaan antikorupsi Bung Hatta Award. "Jangan lupa Pak Jokowi juga mendapat rating yang baik untuk penanganan korupsi dari Transparansi Internasional Indonesia (TII)," ujar Boy.

Meski begitu, Boy menjelaskan, pihaknya menghargai penegakkan hukum di Indonesia. Termasuk siapapun yang hendak melaporkan ke KPK terkait kasus dugaan korupsi.

"Kami sangat menghormati penegakkan hukum di negara ini. Kami mempersilakan warga untuk melaporkan kasus apapun juga kepada KPK atau kepada pihak yang berwajib sekalipun. Namun demikian, jangan fitnah dengan tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar," ucap dia.

Boy menambahkan, pihaknya juga siap melakukan koordinasi dengan KPK dan akan bertindak kooperatif jika memang KPK ingin melakukan pemeriksaan terkait laporan itu. "Kami siap untuk memberikan informasi apapun yang diperlukan oleh KPK dan pihak yang berwajib jika diperlukan," ujar Boy.

Koordinator Bidang Komunikasi dan Media Center, Budi Purnomo Karjodihardjo menambahkan, pihaknya kian hari kian heran dengan semakin banyak tuduhan-tuduhan miring yang ditujukan kepada Jokowi-Ahok.

Apalagi mendekati putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung 20 September 2012 mendatang.

"Memasuki Pilkada putaran kedua ini kami juga heran dengan semakin banyaknya fitnah dan tudingan negatif yang ditembakkan kepada kami," kata Budi.

Budi juga mengingatkan, agar semua masyarakat, terutama pendukung dan simpatisan Jokowi-Ahok untuk bersabar dan tidak terpancing oleh fitnah dan tuduhan baik lewat selebaran gelap maupun pernyataan-pernyataan pihak lain yang bernada menyerang.

"Karena kami yakin, warga Jakarta adalah warga yang cerdas, pintar, dan sangat rasional sehingga bisa menilai mana informasi yang benar, mana menyesatkan," ujar Budi.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar