Apa yang Harus Dilakukan Bila Tersesat di Hutan?

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :




Kegiatan mengenal alama selama masa liburan sekolah seperti berkemah, naik gunung, mengunjungi air terjun (curug) tentu menyenangkan. Tempat-tempat tersebut biasanya dekat atau harus merambah hutan.

Bisa saja kamu tersesat dan lupa arah. Nah, agar agar dapat kembali ke tujuan semula, ada  7 cara menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Tentu metode ini berlaku saat gadget yang kamu bawa tidak bisa mendapatkan sinyal (GPS).

1. Jarum/Silet di permukaan air
 


Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.

2. Melihat jam dan posisi matahari
Saat tersesat di suatu tempat tertutup seperti hutan, ada kalanya kamu sulit menentukan arah tanpa adanya kompas. Tapi jangan terburu panik, cobalah tenang dan lihat jam saat itu, kemudian lihat ke arah matahari. Penulisan 12 jam yang membulat mengikuti arah pergerakan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat.

Jadi, setelah melihat jam, segera menghadap ke matahari. Jadikan posisi matahari yang terbit di barat sebagai patokan dasar. kamu pun bisa menentukan arah selanjutnya dengan menggunakan jam tangan.

3. Bayangan benda




Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.

4. Memanfaatkan pohon
Nah, untuk kamu yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari menunjukkan arah barat/timur.

Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.

Metode lain adalah, berpedoman pada lumut di pohon, pada daerah terbuka, cari sebuah pohon dan lihatlah lumuat yang menempel pada pohon tersebut, lumut yang lebih tebal menunjukkan arah barat sedangkan yang tipis arah timur. Petunjuk ini tidak berlaku untuk daerah lereng atau lembah atau hutan lebat.


5. Kelompok bintang Orion menunjukkan arah barat



Hal yang paling menakutkan adalah tersesat di daerah asing pada malam hari. Saat itu penerangan sangat minim, ditambah tidak adanya kompas, bisa membuat siapa saja panik. Tapi coba manfaatkan keindahan alam lewat taburan bintang di langit.

Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan 3 bintang terang. Jika dipadukan, ketiganya membentuk mirip ekor kalajengking dan selalu menunjuk ke arah bar

Tips berikut dikutip dari himpalaunas.com untuk kondisi yang lebih ekstrim, saat tersesat di dalam rimba.

Dalam keadaan tersesat ada pedoman yang harus selalu diperhatikan dan harus selamanya diingat, yakni STOP yang merupakan kependekan dari :

S = STOP / SEATING, Berhenti dan beristirahatlah, jangan panik.
T = THINKING, Berfikir positif dan selalu sadar akan keadaan yang sedang dihadapi.
O = OBSERVE, Amati keadaan disekitar, tentukan arah, manfaatkan alat-alat yang ada dan hindari hal-hal yang tidak perlu.
P = PLANING, Buat keputusan dan perencanaan yang akan dilakukan dengan memikirkan konsekuensinya.

Aplikasinya sebagai berikut:

Pertama, Usahakan kembali ke jalan semula yang sebelumnya kamu lewati. Memang, perlu kejelian melihat tanda dan daya ingat untuk hal ini. Karenanya, jangan lupa selalu tinggalkan penunjuk arah (pemberi jejak) yang bisa ditempatkan pada pohon, ranting, atau tanah. Hal ini juga mempermudah penolong dalam mengetahui keberadaan kamu.

Kedua, Mengikuti jalan di punggungan gunung, jangan di lembah. Dengan cara ini maka kamu akan lebih mudah terlihat oleh orang lain dari pada di lembah. Biasanya jalur pendakian dibuat di punggungan.

Ketiga, Jangan mengikuti arah sungai. Karena sungai merupakan sumber kehidupan, dan merupakan tempat minum binatang liar. Disarankan turun ke sungai hanya untuk mengambil air saja.

Pada beberapa hutan yang penuh monyet, ada cara belajar surival (bertahan hidup) saat tersesat. Tentang ini akan dibahas pada tulisan lain, ya.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar