Apa itu Penyakit Alzheimer?

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

2dc9f82c4f067ecd7ab80a1a2d393d7b_alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan jenis penyakit pada otak yang mengalami sejenis sindrom dengan apoptosis (kematian sel otak) pada saat yang hampir bersamaan sehingga tampak adanya pengkerutan atau mengecil, penyakit ini tidak menular.


Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa penderita pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Gejala umum yang terjadi pada Penderita Penyakit Alzheimer :

  • Gangguan memori dan berpikir, yaitu penderita penyakit Alzheimer kesulitan mengingat informasi baru. Pada tahap akhir penyakit, memori jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat mengingat informasi pribadi, seperti tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau nama-nama anggota keluarga dekat.
  • Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer dapat tersesat ketika keluar rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dia atau bagaimana dia bisa sampai disana.
  • Lupa tempat menyimpan sesuatu, seperti kacamata, kunci, dompet, dll.
  • Berpikir Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau studinya lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
  • Kesulitan mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer. Menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
  • Penilaian yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang dingin tanpa jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
  • Ketidakmampuan penderita penyakit Alzheimer untuk mengikuti petunjuk.
  • Adanya masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata umum.
  • Memburuknya kemampuan visual dan spasial, seperti menilai bentuk dan ukuran suatu benda.
  • Kehilangan motivasi atau inisiatif.
  • Kehilangan pola tidur normal.

Para ilmuwan belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Mungkin ada tidak satu penyebab satu, tapi beberapa faktor yang mempengaruhi setiap orang berbeda. Usia adalah paling penting faktor risiko untuk penyakit Alzheimer. Jumlah orang dengan penyakit ganda setiap 5 tahun melampaui usia 65.

Sejarah keluarga adalah faktor risiko lain. Para ilmuwan percaya bahwa genetika dapat berperan dalam penyebab penyakit Alzheimer. Sebagai contoh, awal-awal keluarga penyakit Alzheimer, sebuah bentuk langka penyakit Alzheimer yang terjadi antara usia 30 dan 60, mewarisi.

Bentuk Alzheimer’s desease lebih umum dikenal sebagai akhir awal. Itu terjadi kemudian dalam hidup, dan pola keluarga tidak jelas terlihat pada umumnya. Satu faktor resiko untuk penyakit Alzheimer jenis ini adalah gen yang membuat salah satu bentuk protein yang disebut apolipoprotein E, atau apoE.

Setiap orang memiliki apoE, yang membantu membawa kolesterol dalam darah. Hanya sekitar 15 persen dari orang-orang memiliki bentuk yang meningkatkan resiko Alzheimer. Ada kemungkinan bahwa gen lain juga dapat meningkatkan resiko Alzheimer atau melindungi terhadap hal itu, tetapi mereka tetap ditemukan.

Ilmuwan masih perlu belajar lebih banyak tentang penyebab dan faktor risiko. Selain dengan genetika dan apoE, yang mereka pelajari pendidikan, diet, lingkungan, dan perubahan molekul di otak untuk mempelajari apa peran mereka mungkin bermain dalam perkembangan penyakit ini.

Para ilmuwan menemukan lebih banyak petunjuk bahwa beberapa faktor-faktor resiko untuk penyakit jantung dan stroke–seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan rendah tingkat vitamin folat–juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Para peneliti juga sedang menyelidiki kemungkinan bahwa fisik, mental, dan aktivitas sosial dapat melindungi terhadap penyakit Alzheimer’s.

Karena penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui, maka tidak ada yang dapat dilakukan untuk pencegahan. Namun ada beberapa hal yang diyakini bisa mengurangi resiko terserang penyakit Alzheimer seperti pola makan sehat, berolahraga, berhenti merokok, dan tidak minum alkohol

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar