Adab Bertamu

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

adab-bertamu

Ajaran untuk memuliakan tamu sudah sering kita dengar. Lalu bagaimana adab bertamu? Jangan sampai mentang-mentang 'tamu adalah raja'. Selain mendulang pahala, bertamu atau saling berkunjung ke rumah orang lain juga mempererat tali ukhuwah dan akan memperpanjang umur. Asal, semua itu dilakukan selaras dengan adab-adabnya, antara lain sebagai berikut:

1. Salam dan Meminta Izin


Dari Rib'iy bin Hirays ra. berkata: Seorang dari Bani Amir bercerita ketika ia meminta izin untuk masuk ke rumah Nabi Muhammad SAW. Ia berkata, "Apakah saya boleh masuk?" Rasulullah lalu berkata kepada pelayannya, "Keluarlah dan ajarkan kepada orang itu cara minta izin. Katakan kepadanya agar mengucapkan: Assalamu'alaikum, apakah saya boleh masuk?" Ajaran itu didengar olehnya, segera ia berkata, "Assalamu'alaikum. Apakah saya boleh masuk?" Nabi pun mengizinkan dan masuklah ia. (Riwayat Abu Dawud)

2. Cukup Tiga Kali

Seorang tamu memiliki hak untuk meminta izin sebanyak tiga kali, bisa dengan cara ketukan pintu atau memencet bel.
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., Rasulullah SAW bersabda, "Minta izin itu sampai tiga kali, kalau diizinkan maka masuklah dan jika tidak kembalilah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

3. Identitas yang Jelas

Sekiranya tuan rumah bertanya, jawablah dengan jelas identitasnya. Hindarilah jawaban hanya 'saya'.
Jabir ra menceritakan: Aku datang kepada Rasulullah dengan mengetuk pintu, beliau bertanya, "Siapa ini?" Aku menjawab, "Saya". Beliau berkata, "Saya... saya", seakan-akan beliau tidak menyukainya. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. Waktu yang Tepat

Pilihlah waktu yang tepat untuk berkunjung. Jika sembarangan, alih-alih menyenangkan saudara, malah bisa menimbulkan ketidaknyamanan tuan rumah.
Allah SWT menjelaskan ada tiga waktu yang perlu dihindari dalam bertamu, yaitu sebelum waktu Shubuh, tengah hari, dan selepas Isya'. (An-Nuur: 58)

5. Tidak Langsung Duduk

Meski sudah dipersilahkan masuk, dianjurkan seorang tamu tidak langsung duduk. Tunggulah dipersilahkan duduk sebab shahibul-bait lebih tahu tentang aurat rumahnya.
"Apabila seorang diantara kalian mendatangi suatu kaum, lalu dipersilahkan duduk, hendaknya duduk (di tempat yang dipersilahkan). Apabila tidak dipersilahkan, hendaknya mencari tempat duduk yang paling longgar." (Riwayat Al-Harits dari Abu Syaibah Al-Qhudri ra)

6. Sambutan Hangat

Bagi yang dikunjungi, selayaknya bergembira dan menyambut tamunya dengan sambutan mesra sebagai ungkapan ukhuwah sesama Muslim. Sabda Nabi, "Barangsiapa yang memandang saudaranya dengan tatapan kasih sayang, maka ia mendapat ampunan." (Riwayat Al-Hakim dari Ibnu Umar)

7. Layanan Maksimal

Tidak cukup dengan sambutan mesra, Rasulullah juga mengajarkan untuk memberi hidangan. Sabda beliau, "Barangsiapa menghidangkan makanan roti kepada temannya sampai kenyang dan minuman sampai segar, maka orang itu akan terjauh dari neraka sejarak 7 khandaq, masing-masing khandaq berjarak 700 tahun perjalanan." (Riwayat An-Nasa'i, Ath-Thabrani, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

8. Tidak Menolak Makanan

Sebisa mungkin seorang tamu tidak menolak hidangan yang disediakan dan sebaiknya memberi tahu tuan rumah andai berpuasa. Tetapi jika terlanjur disuguhi, boleh meminta izin agar tidak menyinggung perasaan.


[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar