Cerita kegagalan satelit milik Indonesia

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Cerita kegagalan satelit milik Indonesia

Satelit pertama milik Indonesia mengorbit di angkasa pada tahun 1976. Satelit pertama tersebut bernama satelit palapa yang diambil dari Sumpah Palapa yang dicetuskan Patih Gajah Mada. Perjalanan meluncurnya satelit-satelit milik Indonesia ke angkasa pun cukup panjang. Banyak satelit yang berhasil mengorbit dan melayang di angkasa selama puluhan tahun. Tapi, ada pula satelit-satelit yang karena beberapa faktor dan kendala, terpaksa gagal mengorbit.

Salah satunya yang terjadi pada satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia yakni Telkom-3 buatan Rusia yang gagal mengorbit dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Senin (6/8) waktu setempat. merdeka.com mencoba menelusuri cerita di balik kegagalan satelit Indonesia yang gagal mengorbit ke angkasa. Berikut rekam catatan kegagalan satelit Indonesia yang diolah dari berbagai sumber:

1. Satelit Palapa B2 komersial

Satelit ini memiliki panjang 22 kaki 10 inci dengan pesawat luar angkasa. Beratnya mencapai 1.525 pound. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan station keeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan station keeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Baterai nikel kadmium Dua memberikan kekuatan penuh selama gerhana ketika pesawat antariksa melewati bayangan Bumi.

Satelit ini diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada STS-41B pada bulan Februari 1984. Namun gagal mencapai orbit geosynchronous karena adanya kerusakan roket onboard. Setelah gagal, satelit Palapa B2 dibeli dan didaur ulang oleh Sattel Technologies kemudian dibeli kembali oleh Perumtel. Pada tahun 1990 diluncurkan dengan nama Palapa B2R.

2. Satelit Palapa C1

Satelit Palapa c1 adalah satelit komunikasi pertama dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C1 diproduksi oleh Hughes, Perusahaan asal Amerika Serikat.

Satelit ini diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B) Amerika Serikat, menggunakan roket Atlas 2AS.

Satelit ini dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113ยบ BT dengan rentang operasi selama 7 tahun.

Namun umurnya di angkasa tidak lama. Terjadi kegagalan pengisian battery pada tanggal 24 November 1998. Akhirnya Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2.

3. Satelit Telkom-3

Satelit ini milik perusahaan telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Tbk. Gagal mengorbit saat diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Senin (6/8) waktu setempat. Satelit itu tidak berhasil mengorbit lantaran bagian atas roket Briz-M gagal melepaskan diri.

Satelit Telkom-3 seharga USD 200 juta atau setara Rp 1,8 triliun dibuat oleh perusahaan asal Rusia, ISS-Reshetnev. Kelengkapan komunikasinya dibikin oleh pabrik Thales Aleniaspace. Niatnya, satelit itu bakal digunakan buat menambah kapasitas transponder untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di tanah air.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar