Tingkat Kesadaran yang kurang mengakibatkan kecelakaan Anak tertabrak Busway

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Pada kasus ini sebenarnya adalah kurangnya kesadaran manusia itu sendiri sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Berkaca kepada pejalan kaki yang melanggar jalur busway sehingga tertabrak, dan minimnya fasilitas atau sarana pra sarana untuk pejalan kaki.

Sopir Busway tidak patut disalahkan pada kasus ini, tetapi kembali kepada pemerintahan yang tidak tanggap sama sekali sehingga kasus itu berulang terus menerus. Fasilitas "Pedestrian Ways" atau jalur pejalan kaki yang dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima sehingga orang tidak mempunyai ruang untuk berjalan kaki dengan nyaman. Jembatan penyeberangan yang tidak nyaman sehingga orang malas untuk menaiki ratusan anak tangga yang melelahkan.

Pendidikan Keselamatan dimulai dari keluarga sebelum sekolah, yang seharusnya "Orang Tua" menjadi contoh untuk anak-anaknya untuk menyeberang jalan pada tempatnya. Kalau memang bukan tempatnya, anak2 jangan diberi contoh untuk menyeberang jalan sembarangan. Pada kasus ini sebenarnya "orang tua" anak tersebut yang harus dihukum, karena ia lalai menjaga anaknya.

Tindakan main Hakim sendiri, atau merusak busway adalah perbuatan yang tidak terpuji sama sekali. Ada oknum2 yang memanfaatkan kondisi ini sehingga lagi2 memberikan contoh yang tidak baik sama sekali. Tingkat Pendidikan yang menurut saya sangat rendah pada kasus ini.

Mohon maaf apabila saya membandingkan dengan orang2 Eropa. Mereka mempunyai kedisiplinan sangat tinggi. Sekalipun jalan itu kosong mereka tidak akan menyeberang apabila tanda lampu hijau untuk pejalan kaki belum menyala (merah). Begitu Pula untuk pengendara Mobil, Bus, Sepeda atau kendaraan lain, apabila lampu sudah kuning mereka langsung menginjak rem untuk mengurangi kecepatan. Berbeda dengan di Indonesia, lampu kuning dipersiapkan untuk menginjak gas sehingga terhindar dari lampu merah.

Sekali lagi Mohon Kesadaran dimulai dari "DIRI SENDIRI", "DISIPLINKANLAH DIRI KITA SENDIRI". Jangan sampai nanti menjadi sia-sia dan menyesal di kemudian Hari.

INGAT "PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT"

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar