Sukhoi Superjet 100 untuk melayani daerah terpencil

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Pesawat Sukhoi berjenis Superjet 100 hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di dunia penerbangan komersial, pesawat ini sudah banyak terjual. Bahkan PT Sky Aviation yang beroperasi di Indonesia tahun 2011 lalu membeli sebanyak 12 unit untuk melayani daerah terpencil di Indonesia.

Berdasarkan Berdasarkan informasi yang dirangkum Sindonews dari situs resmi pesawat Sukhoi, di antara calon penggunanya adalah Air Tajik, Orient Thai Airlines, Kyrgystan Airlines, Air Indus, Aeroflot Rusia, dan PT Sky Aviation dari Indonesia, yang terkenal dengan layanan di daerah terpencil di Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Pesawat ini memiliki spesifikasi crew 2 orang, kapasitas kursi maksimal 103 orang, panjang maksimal 29,4 meter, lebar 27,8 meter, dan kecepatan maksimal Mach 0,81 atau setara 870 km per jam. Bisa terbang di ketinggian maksimal 12.500 meter, dan jarak tempuh bervariasi tergantung varian. Tapi varian terbaik memiliki jarak tempuh 4.500 Km.

Di Indonesia sendiri, pesawat ini telah dipesan Kartika Airlines sebanyak 15 unit, dan Sky Aviation sebanyak 15 unit. Bahkan perusahaan Sky Aviation merealisasi pembelian ini terjadi pada 16 Agustus 2011 lalu.

Kontrak tersebut ditandatangani Vladimir Prisyazhnyuk selaku Presiden SCAC serta Yusuf Ardhi selaku Komisaris dan Krisman Tarigan selaku Direktur Utama PT Sky Aviation di MAKS Air Show 2011 di kota Zhukovsky tidak jauh dari Kota Moskow, Rusia.

Pesawat ini telah disertifikasi laik terbang oleh Komite Penerbangan Antarnegara pada 3 Februari 2011 dan diharapkan sertifikasi Uni Eropa segera menyusul.

[sumber][LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar