Produksi otomotif dunia terancam melambat

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Produksi otomotif dunia terancam terhambat, menyusul ketergantungan terhadap material nylon 12. Menyikapi hal tersebut saat ini para produsen serta pihak penyuplai komponen tengah sibuk melakukan pengujian terhadap kemungkinan mengganti material nylon 12.

Pengujian dan pengembangan diperlukan untuk waktu yang cepat untuk mengantisipasi kemungkinan terhambatnya proses produksi mobil dunia. Dewasa ini lebih dari 30 perusahaan otomotif memiliki keterkaitan dengan jaringan pemasok serta produsen mobil sendiri.

Sebagaimana keterangan resmi Automotive Industry Action Group (AIAG), produsen otomotif dan pemasok bekerjasama dengan AIAG untuk menyusun petunjuk yang bisa menghasilkan metode dan analisis serta proses pengujian terhadap jenis material lain. Material ini, dimaksudkan untuk menggantikan posisi nylon 12.

Petunjuk dimaksud yang secara resmi disebut design validation process and report (DVP&R), memaparkan secara spesifik kebutuhan untuk menggantikan beberapa bagian pada kendaraan yang selama ini memakai material nylon 12. Bagian-bagian penting terutama komponen yang memerlukan kemampuan terhadap daya tarik, ketahanan terhadap bahan kimia lain, termasuk jaringan sistem pasokan bahan bakar.

Sejauh ini, nylon 12 digunakan antara lain untuk saluran bahan bakar, konektor, tube serta komponen penting lainnya. Namun, pasokan bahan ini mengalami hambatan menyusul kebakaran hebat yang menghanguskan pabrik Evonik Industries AG' di Marl, Jerman, 31 Maret lalu yang memproduksi CDT (cyclododecatriene).

Pabrik dimaksud, merupakan supplier CDT ke perusahaan lain yang juga memproduksi material nylon.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar