Konser Laruku di Jakarta, Penantian yang Dinanti

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

L'Arc en Ciel (Laruku) pernah konser di Amerika pada 2004. Tapi untuk tur keliling dunia meliputi Amerika, Inggris, Eropa juga Asia baru kali ini dilakukan Laruku. Mampukah mereka mengobati penantian penggemar di Indonesia?

LA Light Concert bersama promotor Marygops Studios berhasil mendapatkan kontrak untuk mendatangkan Laruku ke Indonesia pertama kalinya. Konser Laruku akan digelar di Lapangan D Senayan pada 2 Mei 2012.

Tiket konser telah dijual sejak 28 Januari lalu. Tiket pun ludes dalam sehari lewat penjualan offline dan online.

Para penggemar Laruku di Indonesia sudah harap-harap cemas menanti band idolanya sejak 2011. Kala itu Laruku menggelar konser ultah ke-20 'L'Anniversary' setelah vakum selama dua tahun. Sayangnya hanya sedikit negara Asia yang dikunjungi mereka.

Melihat Laruku hidup kembali, para promotor dari berbagai negara pun akhirnya membujuk Hyde cs untuk memperpanjang konser tersebut. Akhirnya begitu tur 'L'Anniversary' selesai di Jepang pada Desember 2011, mereka mengumumkan 'World Tour 2012'.

Band Jepang ini terkenal memberikan suguhan panggung yang lain dari band rock kebanyakan. Masing-masing personel Laruku punya kekuatan yang membius pecintanya. Mereka juga senang berpakaian unik dan memberi gimmick-gimmick mencengangkan di atas panggung.

Seperti ketika tampil di Tokyo Dome Desember lalu, Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass) dan Yukihiro (drum) tiba-tiba raib dari atas panggung. Dengan mengendarai mobil golf, Tetu, Ken dan Yuki masing-masing menyemprotkan asap ke tengah penonton. Mereka berputar mengitari area festival di konser tersebut. Sementara Hyde duduk manis di atas kursi sofa bertandu yang diangkat sejumlah kru. Hyde dan singgasananya didandani bak raja.


Di konser-konser Laruku terdahulu, Tetsu juga tak ketinggalan melakukan aksinya. Buah pisang. Dalam satu sesi, biasanya Tetsu mengambil keranjang berisi penuh pisang dan membagikannya untuk para penggemarnya. Bagi Tetsu melempar stik drum, pick atau handuk bekas mereka sudah biasa dilakukan band lain.

Kadang buah yang dilempar Tetsu bukan hanya pisang, tapi yang lainnya juga. Bahkan kabarnya Tetsu pernah melemparkan semangka ke arah penonton lho. Menggila di panggung ternyata merupakan salah satu kesenangan Tetsu.

"Ya buat saya itu adalah cara untuk menjaga teknik bermain. Ketika rekaman kamu bisa melakukan apapun dan bisa membodohi orang tentang kemampuanmu, tapi dalam konser live kamu tak bisa melakukan hal itu," ujar Tetsu.

Ken sang gitaris punya kebiasaan lainnya. Ken tidak pernah melewatkan aksi panggung tanpa menghisap rokok. Gaya khas Ken yang mencabik gitar sambil membiarkan rokok menyala menyelip di bibirnya sudah dikenal baik para penggemarnya.

"Ketika kami main outdoor, kami mencintainya. Kamu bisa tahu bagaimana alam berubah seiring waktu. Jadi ketika saya main musik dan menikmati perubahan itu, saya seperti bisa terhubung dengan penonton dalam level lebih. Ketika lampu menerpaku, itu menerpa mereka juga, dan itu artinya kami merasakan musik yang sama," tutur Ken.

Tur ini memang berarti besar bagi perjalanan 20 tahun karier Laruku. Maka mereka tak akan main-main untuk memberikan penampilan terbaik di setiap negara yang mereka singgahi.

"Ini kemungkinan tur dunia terbesar yang pernah dilakukan band Jepang. Semua lokasi konsernya besar, tur ini begitu megah dan powerful, ini pasti jadi satu titik besar untuk L'Arc en Ciel," jelas Hyde.

[sumber] [LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
1 Comments

1 comments:

bleyyust mengatakan...

Cinta nian kek L'Arc~en~Ciel tapi idak bisa nnton -___-

Posting Komentar