Amnesia Budaya Sendiri

Pastikan Anda sudah bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter, Cukup klik Tombol LIKE dibawah ini :

Tau enggak apa itu Tabot? kalau ditanya sama remaja yang satu kota sama saya (Kota Bengkulu) semua menjawab pasti tau. Tapi, ketika ditanya sejarah dan prosesnya apa aja, palingan hanya sekitar beberapa orangan orang yang tau. Terus ada lagi kalo ke Tabot bukan lihatin acara utamanya tapi pamerannya aja (orang jualan).


Saya pernah dengar dari guru sejarah saya, katanya kalo Tabot enggak dilaksakan maka hancurlah Bengkulu, bisa dengan bencana yang datang atau apalah. tapi itu hanya sekedar MITOS. Upacara Tabot tuh sebenarnya merupakan tradisi masyarakat bengkulu untuk mengenang meninggalnya cucu rasulullah yakni husein bin ali bin abi thalib dalam suatu perang di Padang Karbala Iraq tepatnya tanggal 10 Muharram 61 hijriah (681 M). Inti dari acara Tabot adalag untuk mengenang upaya pemimpin syi'ah dan kaumnya. Upacara Tabot ini berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 1 Muharram sampai 10 Muharram dengan berbagai proses serta langkah-langkah yang dianggap suci:

Mengambil Tanah
Upacara ini berlangsung pada 1 Muharram sekitar pukul 10 malam WIB. Tanah yang diambil bukanlah tanah biasa, bukan juga tanah yang ada dihalaman rumah yang bercampur dengan kotoran ayam. Tanah yang itu harus mengandung unsur-unsur magis maka dari itu tanah yang dimaksud harus diambil dari tempat keramat menurut KKT (Kerukunan Keluarga Tabot). Di Bengkulu itu sendiri cuma ada dua tempat keramat di Tapak Paderi, yang terletak di tepi laut berjarak sekita 100 meter ke arah utara dari Benteng Marlborough. Di sebuah ujung karang yang lebih tinggi dari permukaan pantai, di sudut kanan Pelabuhan Lama. Dan Anggut, yang terletak di pekuburan umum Pasar Tebek dekat Tugu Hamilton di sebelah Hotel Grage Horison Bengkulu.

Upacara ini diibaratkan sebagai tanda melakukan musyawarah dalam menghadapi peperangan, Upacaranya dilengkapi dengan sesajen berupa bubur merah putih, gula merah, sirih 7 subang, rokok 7 batang, air kopi pahit, air serabot (jahe), air susu sapi murni, air cendana dan air selasih, kemudian sesajen dido'akan dan ditinggalkan di lokasi pengambilan tanah. Sesudah sesajen dido'akan, mengambil tanah dua kepal, sekepal diletakan di Gerga (diibaratkan sebagai Benteng).

Duduk Penja (Mencuci jari-jari)
Proses yang ini berlangsung pada tanggal 5 Muharram sekitar pukul 16.00 WIB. Jari-jari yang dimaksudkan tuh bukan jari-jari velg motor kesayangan anda loh melainkan benda yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari jarinya yang disebut penja atau jari-jari. Penja ini menurut keluarga Sipai adalah benda keramat yang dipercaya mengandung kekuatan magis, oleh sebab itu maka harus di dirawat, dicuci dengan air bunga dan air limau (jeruk) setiap tahunnya. Prosesi upacara mencuci Penja ini disebut dengan "Duduk Penja".

Duduk Penja dilakukan di rumah seorang sesepuh keluarga Tabot, pimpinan dari kelompok keluarga Tabot bersangkutan, waktunya pada tanggal 05 Muharam sore hari.

Menjara
Menjara artinya mengandun (bahasa Bengkulu) atau berkunjung dengan mendatangi kelompok keluarga yang lain untuk beruji Dol (lomba membunyikan Dol). Dol merupakan sebuah alat musik tradisional masyarakat melayu Bengkulu. Pada acara Tabot, menjara ini dilakukan dua kali pada dua tempat, yaitu : pada tanggal 06 Muharram kelompok Tabot Bangsal mendatangi kelompok Tabot Berkas dan pada tanggal 07 Muharram, sebaliknya kelompok Tabot Berkas mendatangi kelompok Tabot Bangsal. Acara ini berlangsung dilapangan terbuka yang disiapkan oleh masing masing kelompok dan dilakukan pada sekitar pukulu 20.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib.

Meradai
Acara meradai ini dilakukan pada tanggal 06 Muharam, pelaksanaan acara ini disebut juga dengan Jola, yaitu sekelompok anak anak yang berusia antara 10 s/d 12 tahun. Acara meradai ini dilakukan di dalam Kota Bengkulu, yang waktunya dilaksanakan pada siang hari. Agar acara ini tidak terjadi tumpang tindih terhadap sasaran, maka sebelumnya dilakukan kesepakatan anatar pimpinan kelompok dimana lokasi untuk masing masing kelompok.

Arak Penja
Arak Penja atau disebut juga Arak Jari jari, dilaksanakan pada malam ke delapan dari bulan Muharram. Di mulai sekitar pukul 19.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib dengan menempuh rute yang telah ditentukan bersama pada jalan jalan utama dalam Kota Bengkulu. Pada acara ini setiap kelompok Tabot akan mengirimkan regunya sekitar 10 15 orang, yang sebagian besar terdiri dari anak anak dan remaja.

Acara ini dimulai dan berakhir di depan Rumah Kediaman Jabatan Gubernur Bengkulu.

Arak Serban 
Arak Serban / Sorban berlangsung pada malam ke sembilan bulan Muharram yang dimulai sekitar pukul 19.00 s/d 21.00 dengan star dan finish ditentukan oleh Kelompok Keluarga Tabot bersama dengan Pemerintah daerah. Benda yang diarak selain penja, ada juga Serban/Sorban putih diletakan pada Tabot Coki (Tabot Kecil), dilengkapi dengan bendera/panji-panji berwarna putih dan hijau atau biru yang bertuliskan "Hasan dan Husien" dengan huruf kaligrafi yang indah.

Gam (masa tenang)
Satu dari tahapan Upacara Tabot yang sangat penting dan harus dilakukan adalah "Gam", suatu waktu yang telah ditentukan dengan tidak melakukan aktifitas apapun. Gam sendiri berasal dari kata "ghum" yang berarti tertutup atau terhalang. Masa Gam ini berlangsung pada pukul 07.00 Wib sampai dengan sore hari kira-kira pukul 16.00 Wib, dimana pada waktu tersebut semua aktifitas yang berkenaan denga upacara Tabot tidak boleh dilakukan termasuk membunyikan Dol dan Tassa. Jadi masa Gam ini dapat disebut juga masa tenang.

Arak Gedang
Arak gedang merupakan prosesi uapcara Tabot yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Bengkulu. Arak gedang dilaksanakan pada tanggal 09 Muharram atau malam ke 10 Muharram, yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wib dengan diawali acara ritual pelepasan Tabot bersanding di Gerga masing-masing. Selanjutnya diteruskan dengan Arak Gedang, yaitu group Tabot bergerak dari markas masing-masing secara berombongan dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Di jalan utama semua Tabot bertemu sehingga membentuk Arak Gedang (Pawai Akbar) menuju lapangan utama.

Akhir dari prosesi Arak Gedang ini adalah seluruh Tabot dan personil pendukungnya berkumpul di lapangan terbuka. Semua Tabot dibariskan dengan membentuk shaf-shaf (bahasa Bengkulu : disandingkan), oleh karena itu acara ini dinamakan "Tabot Bersanding". Selama Tabot bersanding, pengunjung dihibur oleh pertunjukan-pertunjukan yang sudah disiapkan.

Tabot Terbuang
Acara terakhir dari rangkaian Upacara Ritual Tabot adalah acara Tabot terbuang. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 Wib seluruh Tabot telah berkumpul di Lapangan Merdeka di depan rumah jabatan Gubernur Bengkulu. Tabot tabot disandingkan yang diikuti oleh masing- masing personil kelompok Tabot. Pada sekitar pukul 10.00 Wib arak arakan Tabot dilepas oleh Gubernur Bengkulu untuk menuju komplek pemakaman umum Karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual Tabot terbuang karena di sana dimakamkan Imam Senggolo (Syeh Burhanuddin) pelopor upacara Tabot di Bengkulu. Dengan berakhirnya Tabot terbuang maka berakhirlah semua prosesi ritual upacara Tabot.

Itulah beragam prosesi Tabot di kota saya. Semoga bisa menambah wawasan kalian, terima kasih.[LenteraInfo]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masukkan alamat email kamu untuk mendapatkan informasi menarik setiap harinya:

Jangan lupa untuk mengkonfirmasi langganan di alamat email kamu

Delivered by FeedBurner

Comments
11 Comments

11 comments:

Iva Mairisti mengatakan...

bnyak jg ya cara2 untuk mnymbut muharam,,,
okey follow back aq jg ya :o:

ICAH BANJARMASIN mengatakan...

Mantef postingnya gan....

si abhi mengatakan...

terima kasih sudah berkunjung dan memberikan komentar :n:
itu budaya tempat saya tinggal, budaya BENGKULU

Amirul Hafizin mengatakan...

wah~

Melsah Elmania~ mengatakan...

numpang ngambik dikit yo :D

Kitashima Ayano mengatakan...

kunjungan balik nih,..:g:

Minhae mengatakan...

Kunjungan baalig nih,.. blog.a lumayan baguss,.. nice blog

Fikri Fauzan Hasan mengatakan...

Judulnya sama persis kayak postingan saya. Tp yang ini isinya mode serius...
Keren!
Lanjutkan, Bro...
Perbanyak postingan kayak gini.
Saya jd makin tau aja betapa kayanya budaya di Indonesia...
^^

safitrihlaila mengatakan...

blogwalking :D

Seri Bahasa mengatakan...

Elok rupa pohon belimbing,
Tumbuh dekat limau lungga;
Elok berbini orang sumbing,
Walau marah ketawa juga.

sweethyamore mengatakan...

Artikel yang menarik ya sob..lanjutkan bloggingnya. oiya kalo ganti domain ribet ga? aku kayaknya juga mau ganti domain pake dot.com sob..kasih info ya . thanks

Posting Komentar